20121220

Bahagia Itu Sederhana di Pecha Kucha Night Yogyakarta

Pecha Kucha adalah sebuah format presentasi dengan format 20 slides, masing-masing slide diceritakan hanya selama 20 detik. Di Indonesia, Pecha Kucha sudah diselenggarakan di beberapa kota, termasuk Yogyakarta. Saya diberi kesempatan untuk menjadi salah satu presentator pada malam Pecha Kucha yang pertama di Yogyakarta, 25 November 2011 di Pasturo Cafe, jl. Sekardwijan no 24. Ada sekitar belasan presentator lain dalam acara ini. Dibawah ini adalah 20 slide yang saya bawakan, dan saya akan mencoba mengingat kembali presentasi verbal saya untuk tiap slide tersebut dan menuliskannya sebagai caption pada tiap slide. 20 slide tiap slide 20 detik, dimulai dari.... sekarang...

slide 1 on - 'Selamat malam teman-teman, selamat datang di Pecha Kucha night yang pertama di Yogyakarta. terimakasih atas undangan dan kesempatan presentasinya. Kalau banyak atau hampir semua yang hadir di sini tidak mengenali siapa saya, sangat wajar, karena saya bukan siapa-siapa. Perkenalkanlah saya, Farid Stevy Asta, 29 tahun, asal Wonosari, Gunungkidul, saya sekali lagi bukan siapa-siapa, namun saya adalah orang yang paling bahagia di dunia. Inilah Bahagia Itu Sederhana saya' - next

slide 2 on - 'Di beberapa slide kedepan, akan ada gambar smiley face dan sad face di kiri kanan dan level bar di atasnya. Saya dan anda pernah menjadi seperti di gambar ini. bayi. Walaupun tidak banyak yang bisa kita ingat dari masa-masa bayi kita, tapi sepetinya jadi umum kalau saya bilang, saat kita bayi, kita akan menangis saat haus, lapar, ngantuk dan sebaliknya, akan senang ketika sudah tidak haus, tidak lapar, tidak ngantuk, di gendong, di timang-timang. senang dan sedih kaena hal-hal kecil yang sangat sederhana' - next

slide 3 on - 'ini bayi tadi yang sudah menjadi bocah, kira-kira umuran 10 tahun. saya dulu umuran segitu sering menangis karena kalah maen kelereng, atau ngambek rebutan maen sepeda dengan temen,  atau di ejek teman karena kepala saya dulu tampak lebih besar dari kepala teman-teman, hahaha. Seingat saya juga saya selalu senang saat Bapak saya memanggul saya di pundaknya sambil lari-lari, senang saat ibu bikinin saya roti tawar + susu coklat kental manis, senang bisa maen bola di belakang rumah. Sedih dan senang saya masih sangat sederhana' - next

slide 4 on - 'nah ini bocah umuran 17 tahun lah kira-kira, udah mulai kenal pacaran, seneng ngumpul kesana kesini sama temen-temen seumuran, sedihnya minta ampun kalo engga dibolehin keluar rumah dan harus belajar ngerjain PR, senengnya engga tanggung-tanggung walau cuman karena bisa papasan sama cewe yang ditaksir. saya pas umuran seginian lagi seneng-senengnya mainan motor, balapan. dan sempat sedih berkepanjangan saat motor disita orang tua karena rangking di raport turun. walah walah, mulai makin ribet aja seneng dan sedihnya' - next

slide 5 on - 'ini sudah mulai beranjak lebih tua lagi, ini gambar muka saya sekarang di umur 29.. (kalo pas nulis postingan ini saya udh gondrong brewokan kumisan :D), di umur yang segini bermacam-macam masalah baru dihadapi, misalnya di dunia pekerjaan. senangnya punya penghasilan sendiri, tapi jadi sedih karena belum bisa membagi banyak ke orang tua dan orang-orang sekitar. stress habis-habisan saat ada tekanan deadline kerjaan, tapi juga senang ketika kita bisa achieve poin-poin penting dalam karir. level senang dan susahnya bertambah lagi kompleksitasnya' - next

slide 6 on - 'semakin bertambah umur, semakin banyak hal yang ditemui di kehidupan, semakin banyak pertanyaan, semakin banyak pembelajaran. masalah tak kunjung sudah, semakin lama semakin bertambah. masalah keluarga, masalah pekerjaan, masalah di lingkungan sosial, dan berbagai masalah baru. kesenangan dan kebahagian juga bisa didapat dengan berbagai cara yang lebih beragam. namun sekalinya kita tidak bisa handling kedua sisinya dengan baik, bisa jadi kita terjebak pada kesedihan dan kesusahan yang tak bisa diselesaikan. banyak cerita, orang putus asa karena tekanan permasalahan, lalu mengambil jalan bunuh diri untuk melepaskan semua beban hidup. dan bukan tidak mungkin, saya dan anda punya potensi untuk terjebak seperti itu juga' - next

slide 7 on - 'sementara itu, pada suatu pagi yang cerah, kira-kira sebulan lalu, pagi dari malam yang sebenarnya saya sedang dihadapkan dengan banyak permasalahan yang untuk saya pribadi adalah permasalahan berat. namun malam sebelum pagi itu, saya habiskan dengan duduk bersama dua teman karib saya, mas dian dan mas tino di studio kerja saya. ngobrol sana sini, sampai tak terasa pagi sudah tiba, dan jendela yang tidak bertirai di studio saya memberi tahu kalau matahari sudah mulai bersinar, langit mulai terang. kami bertiga yang semalaman ngobrol, tiba-tiba merasa lapar, dan akhirnya kita putuskan untuk nyari sarapan' - next

slide 8 on - 'naik motor masing-masing (walaupun ga sebagus motor yang nampak di gambar), kami bertiga keluar dari studio ke tempat sarapan yang belum tau akan dimana. tidak ada kesepakatan mau kemana, hanya berkendara saja, pelan-pelan, dengan harapan tidak terlalu muluk-muluk, siapa tau dapat tempat sarapan, makan apa saja, dimana saja. dan segala sesuatunya dimulai dari sini. apa yang saya rasakan pagi itu tidak seperti biasanya. sudah cukup lama setelah terakhir saya keluar rumah pagi-pagi, bawa motor, udara sangat segar, matahari bersinar terang dan hangat. betapa kenikmatan yang langka bagi saya yang punya kebiasaan melek semalaman lalu tidur pagi sampai sore :D' - next

slide 9 on - 'pagi yang mungkin bagi kebanyakan orang adalah pagi biasa, tapi sungguh bagi saya pagi itu luar biasa karena hal-hal yang sangat lumrah. jalanan masih lengang, tapi sudah mulai agak sibuk dengan anak sekolah yang segar sehabis mandi dan rapi berbaju seragam, beberapa pekerja juga sudah mulai beranjak menuju tempat kerjanya. pagi yang mulai menujukkan semangatnya. studio saya berada di wilayah selatan yogyakarta, kami berkendara menuju utara dan melewati landmark-landmark budaya kota yogyakarta yang tentusaja indah dan berwibawa. plengkung gading, alun-alun selatan, taman sari, ngasem, alun-alun utara. sampai tiba-tiba, salah satu dari kami melihat ada warung soto kakilima, sekitar 20 meter sebelum 0 km nya yogyakarta, tepat di gapura menuju alun-alun utara. berhentilah kami disitu, kami putuskan untuk sarapan disitu, untuk kali pertama' - next

slide 10 on - 'pak, soto 3, teh pans manis 3', begitu kami memesan sarapan kami, dan pak penjual soto yang akhirnya kami tau dari stiker warna hijau yang tertempel di gerobak sotonya bernama pak yatno, membalas dengan senyuman seraya mengiyakan pesanan kami. masih ada sisa ruang di tikar yang digelar di trotoar jalan, kami duduk dan tidak lama kemudian soto ayam sudah dihidangkan. lapar membuat kami bertiga tidak basa-basi lagi. makaaaan. dan setelah selesai makan, kami bertiga sepakat, soto ayam ini, yang baru sekali kami coba ini, enak sekali. yaa Tuhaan, betapa nikmat yang amat sangat pagi itu' - next

slide 11 on - 'mash ada teh pans yang kami sruput-sruput, sambil menghisap rokok dan menikmati kenyang. beberapa obrolan kecil terselip diantaranya, namun seingat saya waktu itu, saya sempat senyum-senyum sendiri sampai-sampai mas dian dan mas tino menanyakan kenapa. dan tidak banyak yang saya ucapkan kecuali bahwa pagi itu indah sekali. hal-hal kecil dan sepele, yang bisa saja saya temui sehari-hari, namun pagi itu sangat terasa keberadaan dan nikmatnya. dengan atau tidak sadar, semua yang saya alami pagi itu adalah momen-momen sederhana yang membuat saya mendefinisikan lagi apa itu arti kebahagiaan. bahagia ternyata bisa didapat dari hal-hal yang sangatlah sederhana' - next

slide 12 on - 'mata sudan mulai terkunci kantuk, dan otot-otot sudah mengirimkan sinyal lelah. pagi itu saya menyapa seorang partner dengan sms ucapan selamat pagi yang bersemangat dan saya akhiri dengan tulisan 'bahagia itu sederhana', belum sampai dibalas, lewat akun twitter saya, saya menulis sebuah twit dengan tanda pagar di depan dan tanpa spasi. adalah tag #bahagiaitusederhana, untuk pertama kalinya. sebenarnya sms hanyalah sms, dan hashtag hanyalah hashtag, namun apa yang saya alami dan temukan di frase tersebut, bahagia itu sederhana, terbawa maknanya sampai rumah, sampai hari-hari berikutnya, sampai sekarang' - next

slide 13 on - 'sejak pagi itu, saya menjadi orang dengan cara pandang yang berbeda terhadap hidup. saya kemudian menjadi lebih peka dan menikmati hal-hal sederhana yang saya temui sehari hari, dan menemukan lagi kebahagian yang sederhana, lagi, menemukan lagi, lagi, lagi, dan hampir tidak berhenti. banyak hal sepele dan biasanya tidak saya hiraukan menjadi sesuatu yang tidak lagi sepele, melainkan sangat berarti. bercanda dan bercerita bersama teman ternyata sangat membahagiakan, atas apa yang sedang di bicarakan, atau bahkan bercuap-cuap basa-basi saja. bahagia sekali kita masih punya orang lain yang bisa diajak berbagi, mendengarkan apa yang kita bicarakan, tertawa bersama. bahagia itu sederhana' - next

slide 14 on - 'hal-hal yang seringkali membuat kita sedih-pun mengandung kebahagiaan bila kita mau memaknainya sebagai sebuah kebahagiaan. kangen orang tua, kangen pacar, kangen adik, kangen seseorang yang bahkan sudah tidak bisa kita temui lagi, bahagianya kita masih diberikan karunia berupa kasih sayang. saya yang hidup terpisah dari orang tua dan adik yang tinggal di wonosari, gunungkidul, sedangkan saya di jogja. walaupun tidak terlalu jauh, namun perasaan kangen itu sering tiba-tiba muncul, dah bahagianya saya dikaruniai perasaan kangen tersebut. bahagia itu sederhana' - next

slide 15 on - 'hobi, aktivitas kesukaan, atau hal-hal sederhana lain adalah sumber kebahagian yang pasti setiap orang mempunyainya. saya sendiri adalah penyuka kopi dan perokok, terlepas dari apakah itu sehat atau tidak, bagi saya minum kopi dan merokok adalah kebahagiaan yang hampir tidak ada gantinya. jadi apa kesukaan anda? makan bakso, ngemil kwaci? bersepeda?, nonton band? menulis? menggambar? ngisi TTS? angkat berat? manjat pohon? menari india? tidur tengkurap? atau apapun itu, maksud saya.. apapun itu yang sederhana.. yang membuat anda senang, gembira atau tertawa. bahagia itu sederhana' - next

slide 16 on - 'hal-hal yang kita lakukan setiap saat seringkali tidak kita hitung sebagai sebuah kebahagiaan, karena sudah terbiasa mengalami itu dan terlewat begitu saja saat demi saat. betapa indahnya apa-apa yang bisa kita rasakan dengan indera kita. badan yang segar kembali setelah kita terbangun dari tidur, kaki kanan dan kiri yang bisa akur mengantarkan kita ke tempat lain setapak demi setapak, dan bahkan kedipan mata, siulan, atau bahkan nafas yang setiap saat kita hirup dan hembus. betapa nikmatnya kita masih dikaruniai semua itu, yang sekali lagi, seringkali kita lupakan dan tidak kita hitung sebagai sebuah kebahagiaan. bernafas, bahagia itu sederhana' - next

slide 17 on - (pause) audience pecha kucha waktu itu beberapa tersenyum, beberapa sampai tertawa lumayan panjang, dan saya biarkan menyimpulkan apa yang ingin saya maksud, saya hampir habiskan 20 detik slide ini untuk diam saja dan memberikan jeda bagi audience untuk mencoba merasakan apa yang sudah saya sampaikan dengan slide-slide sebelumnya. 'apakah saya saja yang doyan ngupil den merasakan nikmat yang sangat nikmat dengan ngupil ini :D? bahagia itu sederhana' - next

slide 18 on - 'sekarang teman-teman cuba buka akun twitter masing-masing dan search query hashtag #bahagiaitusederhana, lalu coba baca apa saja yang ada disana, saya juga akan membaca beberapa hasil pencarian saya. saya bacakan, lihat kamu tersenyum #bahagiaitusederhana, dingin-dingin selimutan #bahagiaitusederhana, paket datang #bahagiaitusederhana, obrolan ringan dengan dia yang ku suka #bahagiaitusederhana. bagi saya yang tadinya membuat hashtag ini tanpa tendensi apa-apa, ternyata menjadi hashtag dengan isi twit yang selalu hangat dan dan menyenangkan dibaca. memang bukan suatu hal besar, tapi bagi saya pribadi, ini adalah sedikit sumbangan kecil saya bagi lebih banyak orang diluar sana untuk dapat memaknai kebahagian dan menikmati hidup. bahagia itu sederhana' - next

slide 19 on - 'saya tidak kemudian mengatakan bahwa etos bahagia itu sederhana atau hashtag #bahagiaitusederhana adalah buatan saya. bahagia itu sederhana adalah milik semua orang dan milik semua pribadi yang mau bersyukur. mensyukuri hal-hal kecil dan sederhana dan berbahagia karenanya. bahagia itu sederhana adalah milik jiwa-jiwa yang ingin merdeka. bahagia itu sederhana adalah etosnya, bersyukur adalah inti dari semuanya' - next
slide 20 on - 'saya tidak menjanjikan apa-apa kepada teman-teman semua yang mau mencoba mencari kebahagian lewat hal-hal sederhana ini, namun sejauh yang saya dan beberapa teman dekat sudah alami, dengan membawa 'bahagia itu sederhana' sebagai salah satu etos dalam menjalani hidup, dan bersyukur menjadi suatu prinsip yang tidak pernah berhenti, hidup menjadi lebih indah, lebih mudah, lebih bahagia. bisa berbahagia dengan cara yang sederhana, berarti kita siap untuk mendapatkan kebahagiaan yang lebih besar dimasa datang. semoga. amin. selamat berbahagia. terimakasih :)' - stop 

begitulah kira-kira presentasi pertama tentang #bahagiaitusederhana di malam pecha kucha #1, presentasi yang belum maksimal karena ternyata platform 20 detik 20 slide khas pecha kucha ini cukup mengintimidasi juga, hhehe. jadi apa yang saya sampaikan di presentasi ini belum sepenuhnya memberikan gambaran tentang #bahagiaitusederhana selengkapnya. banyak yang saya dapat dan saya pelajari setelah presentasi ini, yang akhirnya membuat saya memutuskan untuk melanjutkan ini menjadi sebuah communication visual project for social change. formatnya sedang saya rencanakan bersama teman-teman di libcult dan libstud+loten, yang nantinya akan membutuhkan partisipasi dari teman-teman semua. akun twitter juga sudah dibuat sebagai bagian dari project ini, baru saja dibuat dan belum beraktiviitas apa-apa, silahkan follow di akun @bahagiasaya

terimakasih.  
farid stevy asta :)

20121203

rupamuuu rid...

saya, sekarang, umur 30 tahun, 172 - 49, asli Wonosari - Gunungkidul :)
nah, ini, teman seangkatan tahun 2000, DKV ISI jogja, tidak semuanya terfoto
farid, rano bukan karno, miko, kirjo, mambo, roby, agung corel, cak ncop
makan lotek depan kampus, jaman-jaman seneng2nya pake fred perry
sama guritno, seangkatan, berat badan dia kira-kira lima kali lipat saya
helly KKK (tattoo artist yg kmaren bikin tatto saya), pyto, daaaan... :D
wessssseeeehhh... wooots... weeeitsss... miloooox...
rupamuuuuu riiiid rid, buahahhaaaa.... (itu yg di bawah item2 cula, sampingan sama jerawat)
:D


20121201

rebuild lou

tiga tahun saya 'ngangsur' motor jepang, matic hitam yang saya beri nama 'baskiat', di tahun kelima dia akhirnya purna tugas. masih ingat, malam-malam saya sampaikan natan mau jual baskiat ke seorang teman, pagi keesokan harinya transaksi, sore hari uang saya terima, malamnya saya berburu vespa PTS 100, dan keesokan harinya lagi saya sudah dapat vespa ini, dengan kondisi yang lumayan ambyar. maka dari itu, dengan kemampuan super saya dalam mengoperasikan kunci pas, tang, obeng, scrap, spet dan kompresor, dipadu dengan tidak jauhnya toko dempul, cat, mur baut dan angkringan, saya beranikan diri untuk merestorasi vespa itu, sendiri, mulai dari nol. dan berikut adalah video pendek tentang itu (walaupun tidak komplit juga stock shoot-nya). dimata-matai, di susun dan di olah oleh Gilang 'dekgil' Kusuma (vimeo dekgil klik disini) (blog dekgil klik disini) (facebook dekgil klik disini) (twitter dekgil klik disini) komplit :DD. perkenalkan, ini lou, vespa V9B1T 100 cc tahun 1979 PT100S. lebih baik (mbangun sendiri, lalu) naik vespa. dan memang ini termasuk #BahagiaItuSederhana saya. sip, yaksip. 




20121125

numbers and lines of the fibonacci

sudah sejak lama, mungkin hampir sedekade, keinginan untuk membuat rajah di badan saya yang sejak dulu memang berotot, sangat proposional dan atletis ini. butuh waktu selama itu untuk memantapkan niat, dan menetapkan gambar apa yang akan saya melekat di badan saya selama sisa umur, dan terlebih lagi merangkum cerita-cerita hidup saya yang akan saya titipkan pada tanda rajah tersebut. anda dan saya pasti sudah sering mendengar cerita tentang tattoo dan komitmen, dan juga sudah sering melihat orang-orang dengan tattoo yang bagus dan sepertinya memang 'ada disana' dan juga sebaliknya, tattoo yang 'karena teman-temanku bilang tattoo beginian keren'. well.. you know what i mean. jadi selama itu saya mengukur kelayakannya. 

sampai suatu saat beberapa tahun lalu, di batin dan lisan, saya berucap, jika saya masih diberi kesempatan hidup sampai umur 30, saya akan jadikan niatan tattoo ini. mengapa 30, saya yang sejatinya konservatif ini sebenarnya tidak pernah termakan ungkapan 'hidup dimulai di umur tiga puluh', tapi entah mengapa, beberapa tahun menjelang tiga puluh saya, terlalu banyak kejadian yang terlalu sepele untuk tidak saya jadikan bagan penting dalam rute random saya mencari sejatinya apa yang saya cari dalam hidup, yaitu kebahagiaan. dan akhirnya, tiga puluh saya menjadi angka yang memang benar di ungkapan tersebut tadi. ah, tentang tiga puluh-nya belepotan. 

tersebutlah seorang bernama Leonardo Fibonacci, yang merumuskan sebuah hitungan matematis tentang rasio atas ukuran-ukuran, dengan sebuah angka emas yang saya pilih sebagai tanda. entah cukup bisa mewakili entah tidak, tapi gambar inilah yang suatu saat pada kondisi khusus mempertemukan saya simpul-simpul besar hidup saya, yang selalu, selalu, selalu berada dalam sebuah persimpangan chaos antara dua hal ini: logika dan apapun kebalikannya. dua arah, saling tantang, dan satu sama lain pernah menang dan kalah, di tubuh dan jiwa yang sama. milik saya. dan apapun itu, garis dan angka inilah tandanya.  



terimakasih garis-garis dan angka-angkanya masbro fibonacci, jarum tinta dan sakitnya mashel KKK, video dan pie pie opo sing dirasakke-nya dekgil dan masnes LPSKNDL, rawatnya dekdi, gitaran dan ngancani-nya masale bangips dan laire. tunai sudah, yang pertama.. :). ada juga video lain di akun VIMEO saya, klik disini. 

20121114

Merekam Minor

Bulan maret lalu, oleh teman-teman Unit Fotografi (UFO) UGM angkatan 16 dan 17 mengadakan pameran bertajuk “Minoritas” di Ruang Sidang I Gelanggang Mahasiswa UGM. Sekitar tiga minggu sebelum pameran itu, saya mendapat sms (atau telefon ya waktu itu) dari teman beberapa teman yang kebetulan anggota UFO yang akan berpameran yang intinya adalah undangan atau tawaran atau sebenarnya mungkin adalah kejahilan mereka untuk mengajak saya menjadi kurator pameran tersebut :D. WTF!, kurator? yea right? but no, no thanks, no way! hhaha. Mengingat, satu, saya bukan siapa-siapa, dua, selama saya berkesenian dan berpameran, belum pernah sama sekali, sekalipun, membayangkan untuk menjadi kurator pameran, terlebih lagi kurator pameran fotografi. Pada dasarnya saya tidak terlalu mengerti fotografi, pas kuliah dahulu, saya lulus mata kuliah fotografi dengan sangat memprihatinkan :). Namun saya tidak berfikir terlalu lama, saya ambil kesempatan ini, dan memberanikan diri untuk menjejaki pengalaman baru ini, toh hidup cuma sekali, sebisa mungkin saya akan mencoba semua pengalaman baru.

Beberapa kali pertemuan dengan fotografer UFO, ngobrol ini itu tentang berkarya dan tentang karya yang akan mereka pamerkan nanti, saya tidak berusaha menjadi kurator, namun hanya menjadi teman diskusi dalam berkarya dan mempersiapkan pameran. Prinsip-prinsip dasar estetika dan prinsip-prinsip pribadi dalam berkarya-lah yang akhirnya saya sharing dengan teman-teman fotografer UFO, lalu berusaha menjadi sosok 'semacam kurator' yang selama ini saya idam-idamkan hadir menemani saya berproses ketika saya sedang mempersiapkan karya saya sendiri. sebuah pengalaman yang sangat menantang sekaligus menyenangkan. Terimakasih atas kepercayaan yang diberikan teman-teman UFO angkatan 16-17. berikut adalah beberapa foto dokumentasi pameran yang saya pinjam dari beberapa sumber blog. 


beberapa ulasan media tentang pameran ini bisa dilihat pada tautan: balairung press 01 (klik di sini), balairung press 02 (klik di sini), bulak sumur ugm (klik di sini), farmagz (klik di sini). dan berikut adalah tulisan pendek saya pada katalog pameran ini

Merekam Minor

'Almost always, the creative dedicated minority has made the world better' - Martin Luther King, Jr.

Sebuah istilah yang cukup populer untuk menyebut golongan yang justru 'tidak populer' jika di komparasikan dengan golongan lain yang jumlah anggota atau warganya lebih banyak. Menelaah minoritas tidak bisa dengan tidak mempertimbangkan istilah lawannya yaitu mayoritas. sebuah pendapat menyatakan, bahwa sebagai sebuah diksi, mayoritas-minoritas mengandung makna politik di mana yang satu merujuk pada kumpulan individu yang berjumlah banyak dan biasanya lebih supreme dalam banyak hal, sedangkan yang satu lagi merujuk pada kumpulan individu yang lebih sedikit, yang secara kuantitas tidak mungkin lebih supreme dari yang mayoritas. Sesungguhnya, atas populernya istilah ini, rasa-rasanya tidak perlu lagi memperpanjang bahasan tentang apa bagaimana definisi 'minoritas' ini.

Permasalahan-permasalahan tentang dualitas minoritas-mayoritas dalam konteks yang bermacam ragam, selalu saja muncul, tidak pernah habis dibahas, diwacanakan, dan didaur ulang sebagai sebuah issue. Hampir di seluruh aspek kehidupan terdapat kesan-kesan tingkatan, pengkastaan, pembedaan status sebagai cara identifikasi sosial yang semakin memperkuat alasan terjadinya pengkubu-kubuan minoritas dan mayoritas. Yang terlalu sering terjadi kemudian adalah munculnya apresiasi yang tidak berimbang dari khalayak terhadap kalangan minoritas. Karena konon katanya wacana mayoritas di sampaikan oleh kalangan mayoritas dengan media mayor dan alat dan gaya papar ala mayoritas yang tentusaja supreme. Begitu juga sebaliknya, sehingga kalangan minoritas hampir tidak punya kesempatan untuk menyampaikan atau tersampaikan wacana aspirasinya, dan akan selalu menjadi minoritas. Walaupun kecenderungan ini kemudian bertendensi negatif, namun menjadi menarik, karena akan selalu melibatkan setidaknya dua kutub besar yang terbandingkan, dan kemudian tumbukan-tumbukan energi yang ketika terekam, terolah lalu terpresentasikan dengan cara pandang objektif, berimbang dan kreatif akan menghasilkan ekstraksi yang berenergi positif. Dengan realitas-absurditas dan irisan-irisan tipis paradoksial pada konteks mayoritas-minoritas ini, lantas apa yang coba dicapai dalam pameran ini? bukan apa-apa kecuali menyampaikan rekaman fotografis atas issue-issue minoritas (yang tidak selalu dimaknai sebagai sebuah permasalahan yang 'berat' dan bertendensi negatif) dengan cara pandang yang objektif dan berimbang oleh fotografer-fotografer peserta pameran ini.

Unit Fotografi UGM, sebuah unit kegiatan mahasiswa yang biasa disebut dengan UFO mengambil tema 'minoritas' dalam pameran fotografi angkatan 2012. 17 fotografer anggota UFO angkatan 16-17 ini akan mempresentasikan karya-karya fotografi atas pemahaman, rekaman, olahan mereka tentang tema 'minoritas' ini.

Keputusan teman-teman fotografer peserta pameran melibatkan saya yang notabene bukan siapa-siapa dan tidak memiliki supremasi apapun dalam dunia fotografi, sebagai kurator pameran, mungkin juga sebagai salah satu teman-teman peserta pameran usaha untuk lebih memberikan nuansa minoritas pada pameran ini. Sebuah ajakan yang sesungguhnya mengagetkan bagi saya pribadi. Saya terima ajakan ini dalam rangka keinginan saya untuk ikut berproses dan belajar bersama teman-teman peserta pameran, dalam konteks yang lebih luas yaitu proses kreatif penciptaan karya seni. Alih-alih sebagai kurator pameran, fungsi saya disini kemudian lebih sebagai teman diskusi penciptaan karya pada pengayaan ide, konsep, potensi komunikasi, visualisasi karya, dan presentasi karya di ruang pameran. Selebihnya, yaitu ide-ide menarik dan segar dari setiap karya serta terwujudnya setiap karya dan keseluruhan pameran ini adalah hasil kerja keras dari setiap individu dan kolektivitas dari kelompok ini.

'Even if you are a minority of one, the truth is the truth' - Mahatma Gandhi

Karya-karya pada pameran ini berefleksi pada aspek-aspek realitas issue minoritas yang dekat dan hampir melekat pada kehidupan fotografer. Sangat beragam dan sangat menarik, beberapa diantaranya mengangkat tema issue komunitas dan musik minoritas, difable, gender, tema keagamaan, lingkungan hidup, budaya populer, mainan anak tradisional, isu sosial kependudukan, kesehatan, bahkan ada salah satu karya yang mengangkat tema minoritas dalam dunia fotografi dan beberapa tema lain. fotografer membahas masalah-masalah tersebut melalui eksplorasi karya berupa refleksi personal, krisis, rekaman lugas, kritik personal, satir, dan berbagai modus pendekatan lain yang diterapkan pada langkah demi langkah penciptaan karya sampai pada presentasi karya di ruang pameran. Pameran 'Minoritas' sekali lagi berusaha merekam, mengolah, kemudian mempresentasikan 'minoritas' yang ditemui oleh setiap individu fotografer dengan cara pandang yang berimbang dan objektif dalam karya yang bebas dan murni selayak seni, namun tetap komunikatif dan faktual selayak berita yang dapat di konsumsi dan dipercaya. Tidak untuk menjawab apapun itu permasalahannya, pameran ini adalah sebuah rekaman. Merekam minor.

Selamat berpameran,

20121113

Logo Project in 4 Bucket


Buku, literatur dan referensi  tentang logo, tren logo, sejarah logo, contoh kasus perancangan, tips-tips, dan hampir semua hal tentang logo sangatlah mudah didapatkan dan di-akses baik dalam bentuk fisik maupun data digital, yang kemudian memberikan ruang dan alat belajar dan berproses maha lengkap yang akan mempermudah siapa saja dalam mengerjakan sebuah project perancangan logo. Teman-teman mahasiswa Disain Komunikasi Visual tentusaja juga telah mendapatkan ilmu tentang perancangan logo dalam perkuliahannya. Atas hal ini, saya tidak akan terlalu banyak membahas tentang hal-hal yang sudah 'diselesaikan' oleh berbagai literatur tersebut, namun lebih ingin berbagi tentang membagi porsi partisi proses kerja perancangan logo untuk menghasilkan logo yang maksimal.

Pun sebenarnya, tentang proses perancangan logo juga tidak kurang-kurang dibahas di berbagai sumber literatur. Teman-teman juga telah mendapatkan banyak materi tentang sistematika perancangan komunikasi visual yang pada dasarnya adalah gambaran pola dan langkah-langkah yang harus dilalui untuk mendapatkan sebuah perancangan komunikasi visual, termasuk juga dalam konteks perancangan logo. Lalu mengapa saya merasa perlu untuk sedikit memberikan tambahan paparan tentang hal ini, karena pada kenyataannya, apa yang saya temui pada banyak project perancangan logo, kita tidak selalu mendapatkan keadaan yang variabel-variabel ideal yang menunjang proses perancangan. 

kurangnya brief dari klien adalah salah satu bentuk kondisi tidak ideal tersebut, kita mungkin akan menemui klien yang tidak punya brief sama sekali. pernah juga, saya menemui klien yang bahkan belum mempunyai nama untuk brand yang ingin dibuat logonya. apa yang kemudian terjadi ketika project berjalan tanpa 'bahan dasar' yang cukup, proses kerja tidak efektif, hasil akhirnya tidak akan maksimal, dan yang paling parah, bisa saja project perancangan logo ini tidak akan pernah selesai. Karakter klien yang bermacam-macam sangat mempengaruhi bagaimana sebuah project akan berjalan. 

Atas apa yang saya temui dalam praktek kerja perancangan logo tersebut, akhirnya perlu untuk memberikan perlakuan khusus yang akan berbeda terhadap project satu dengan yang lain. Setelah melalui trial and error pada project demi project, saya kemudian mempunyai formulasi khusus dalam pembagian partisi proses perancangan logo. Formulasi tersebut membagi proses perancangan logo bagi menjadi 4 (empat) bagian, yang masing-masing bagian porsinya tidak sama besar. Dalam materi ini saya berikan sebutan 'Logo Project in 4 Bucket', perancangan logo dengan empat partisi yang saya analogikan sebagai empat ember.  

1st Bucket - Project Brief
pada dasarnya Project Brief adalah draft dari project perancangan logo. Di situlah kita mendapatkan nama brand dan gambaran brand yang akan kita rancang logonya. Dari sini, masalah-masalah dalam proses perancangan mulai muncul, seperti yang sudah saya tulis di atas. Kurang lengkapnya brief juga berarti kurangnya batasan-batasan ruang proses perancangan, beresiko membuat proses perancangan menjadi tidak efektif, membuang banyak energi dan waktu. Pada kenyataannya, lebih banyak project dengan brief yang seadanya daripada project dengan brief yang lengkap, yang akhirnya saya menyimpulkan bahwa Project Brief terpartisi dalam ember yang berukuran kecil. Kita tidak bisa berharap mendapatkan banyak bahan baku perancangan dari sini.

2nd Bucket - Brainstorm & Research 
Menurut saya, kunci dari keberhasilan proses perancangan ada di ember kedua ini. Ember pertama yang hanya berukuran kecil dan seringkali tidak terisi penuh tersebut harus di-subsidi penuh dengan ember kedua ini agar kita mendapatkan bahan baku yang cukup atau bahkan melimpah. Untuk mendapatkanya, pertama kita melakukan brainstorming dengan klien seperti Interview, memberikan kuisoner, ngobrol, dan lain sebagainya yang juga berfungsi sebagai riset kita atas brand. Semakin banyak info dan data yang kita peroleh dalam proses ini, semakin mudah bagi kita untuk menjalankan proses berikutnya. Bagian ini akan memakan waktu cukup lama. Seberapa lamanya memang akan sesuai dengan karakter klien dan karakter project-nya. Tanyakan dan kumpulkan data apa saja tentang brand sampai ke detail-detailnya yang kemudian diolah menjadi beberapa output yang nantinya akan kita konsultasikan kembali kepada klien. 

Output-nya bisa berupa konsep tertulis, Keyword Chart, Mood Board dan Sketching. Output-output ini yang akan kembali kita sampaikan kepada klien, sebagai bahan brainstorm lanjutan, sampai benar-benar didapat sebuah konsep awal yang bisa dibilang fixed. Hal inilah yang akan mamakan proses dan waktu yang lebih panjang daripada bagian partisi lain dalam formulasi proses perancangan ini.  Pada intinya, kita hanya bisa memulai ke bagian selanjutnya setelah tidak ada bagian yang masih harus 'ditebak' dari brand dan keinginan klien atas logo brand-nya. Pada bagian ini kita harus mampu memberikan pendapat, arahan dan asistensi kepada klien tentang logo yang baik, sehingga pada bagian akhir dari langkah partisi kedua ini, kita sebagai designer dan klien berada dalam mindset yang sinkron terhadap logo yang akan dihasilkan nanti. 
Brainstorm & research harus diberikan porsi yang berlebih, partisi proses kerja yang paling luas, ember yang paling besar.

3rd Bucket - Graphic Design
Ketika ember pertama dan kedua sudah memberikan bahan yang melimpah, graphic designer dan klien sudah berada dalam mindset yang sinkron lewat bantuan konsep tertulis, keyword chart, mood board, sketching dan atau media brainstorm lain sehingga didapat advanced visual brief yang fixed, maka pekerjaan disain grafis pada bagian ini adalah bagian yang mudah saja. Disempurnakan dengan tahap approval desain oleh klien yang tidak akan terlalu bertele-tele jika dibandingkan dengan bila kita melewatkan atau tidak serius mengerjakan 2nd Bucket. Dan voila! logo tercipta. secara ukuran dan porsi kerja, ember ketiga ini jauh lebih kecil dari ember kedua. 

4th Bucket - Maintenance 
Melakukan controlling pemakaian logo yang terus menerus kepada klien, memeriksa dan memastikan logo yang sudah dibuat, dipakai dengan benar dan sesuai pedoman yang tercantum pada manual guide yang sebelumnya telah kita buat sebagai kelengkapan presentasi logo project. Bagian ini menjadi sangat krusial, mengingat ketepatan dan konsitensi pengaplikasian logo adalah salah satu poin penting dari keberhasilan sebuah logo project. 

Demikian gambaran  proses kerja yang saya buat dan selalu saya terapkan dalam project-project perancangan logo. Semoga berguna, terimakasih.

20121023

Orang Bone Kecil

bocah ini bernama Maha, beberapa hari lalu, setelah hampir dua tahun hanya mendengar cerita tentang anak ini dari bapak maha pak Bobhy dan oomnya maha oom Aswing, saya akhirnya berkesempatan bertemu dengan Maha. Maha, dan Ibunya juga, sedang berkunjung ke Yogyakarta untuk wisuda pasca sarjana si bapak yang lalu menyempatkan mampir di LIBSTUD. Maha, si orang Bone ini sekarang sudah 3 tahun. tulisan di bawah gambar ini adalah tulisan saya untuk ulang tahunnya yang pertama, terangkum dalam sebuah buku 'maha tanpa huruf kapital' terbitan Kedai Buku Jenny - Makassar.


Anak maha

Anak maha, kau lahir kira-kira di masa di mana di sana hal-hal yang akan saya tuliskan terjadi. Tidak berarti apa-apa, hanya saja aku yakin, saat kau besar nanti, kau akan hidup di dunia yang sudah pasti berbeda dengan apa yang aku hidupi saat ini, dunia yang sejatinya gelap walau matahariku dan mataharimu adalah matahari yang sama terangnya, dunia yang terasa tidak lagi romantis walau bulanku dan bulanmu adalah bulan yang sama syahdunya, dan dunia yang sebegitu anehnya, walau alam semestaku dan alam semestamu adalah alam semesta yang sama. Hal demi hal ini ku alami, ku hidupi, ku menjadi bagiannya, tapi sesekali aku tertawai.

di masa kau terlahir, orang-orang seakan berlari terburu-buru ke arah yang sama, tapi bertabrak-tabrakan, saling menginjak dan tidak menghiraukan. Arah yang di lambing mata angin tidak tertera. Arah yang di warisan-warisan kebajikan tidak tertera. Arah yang ternyata tidak ada yang tau itu dimana. Maka di masa kau terlahir, adalah masa maha chaos.

di masa kau terlahir, orang-orang mempercayai Tuhan pencipta alam semesta sebagai mitos. Yang membuat orang-orang menghentikan mesin2nya, turun dari pelananya, tertegun, tersenyum dan bahkan menangis saat ceritannya di dongengkan. Lalu saat dongengnya usai, mereka mulai lapar, lalu mereka menyalakan mesin-mesin itu lagi meloncat lagi ke pelananya, lalu berputar gila dan menggerus rakus lagi. maka di masa kau terlahir, adalah masa maha tak tau malu

di masa kau terlahir, orang-orang tidak bertegur sapa seperti manusia. Setiap orang mempunyai wakil berupa angka atau kode yang dengannya setiap orang bisa menjadi siapa saja yang bukan dirinya, dan bertemu dengan siapa saja yang sebenarnya tidak ada. Wakil bertemu wakil, kode bertemu kode. Daging bertemu daging tidak lagi penting, hati bertemu hati tidak lagi sejati. Maka di masa kau terlahir, adalah masa maha palsu

di masa kau terlahir, orang-orang berlomba menuju masa depan yang cerah. Perlombaan ini sampai pada puncak prosesinya. Setiap orang seakan berhak menggengam dunia yang sangat luas tak berbatas ini dengan telapak tangan dan ujung-ujung jarinya. Sebegitu hebatnya sampai membuat orang-orang kegirangan dan heran, lupa berkedip, lupa menoleh, lalu tidak sadar bahwa mereka hanya melihat satu titik kecil dan melupakan sisa luasnya semesta. Maka di masa kau terlahir, adalah masa maha sempit.

di masa kau terlahir, orang-orang hidup di bawah matahari yang bersinar sempurna, sesempurna mataharimu sekarang, menerangi setiap jimpit ruang yang kita jejaki. Tapi tetap saja orang-orang menyampar dan menendang apa-apa yang mereka temui. Sepertinya sengaja sekali orang-orang ini memejamkan mata dan tidak mau terkaruniai dengan melihat lalu menghargai. Maka di masa kau terlahir, adalah masa maha gelap.

di masa kau terlahir, orang-orang dengan hidup sempurna tercontoh rapi di kotak dengan ukuran diagonal dalam inci, bercahaya dan bersuara. Menangkap dan menyiarkan pesan-pesan yang beragam rupa dan cara, yang pada akhirnya tersimpulkan: beli, beli, beli dan beli. Jika tidak mampu mengikutinya, maka terlemparlah kita di intipnya kasta, yang berarti hina. Maka di masa kau terlahir, adalah masa maha beli.

di masa kau terlahir, orang-orang bersepakat bahwa ajaran terpopuler adalah membenci. Ajaran ternorak adalah mencintai. Batu, parang dan peluru adalah jajanan laris manis. Cium dan peluk adalah jualan yang tidak pernah laku lagi. semakin kau membenci, semakin kau diakui. Semakin kau mencintai, semakin kau dijauhi. di masa kau terlahir, adalah masa maha benci.

di masa kau terlahir, orang-orang tersediakan jalan dan jembatan dibangun panjang bercabang-cabang, halus dan kokoh. Siap menghantarkan setiap orang kemana saja. Tapi ada satu jalan yang sangat diminati, berjubellah orang-orang disitu. Adalah jalan pintas. Karena setapak demi setapak adalah buang waktu bukan lagi proses, karena belokan dan tanjakan adalah kebingungan yang memutusasakan bukan lagi tantangan, bagi orang-orang yang tidak mampu berfikir panjang. Maka di masa kau terlahir, adalah masa maha pendek.

di masa kau terlahir, orang-orang berparas murung, tapi berucap ‘aku gembira’. di masa kau terlahir, menjadi bahagia sebegitu rumitnya..

di masa kau terlahir, aku tertawa-tawa atas apa yang aku lihat. Aku berjalan berlawanan arah, menantang arah orang-orang ini. Di persimpangan besar nan ramai yang selalu aku temui setiap beberapa meter langkah kaki ini, aku bersenggolan dengan orang-orang ini, kadang berjabat tangan, bahkan berpelukan dengan meraka. Sesekali melihat orang lain yang adalah ternyata adalah aku sendiri, berada di kerumunan itu.

Anak maha, jangan lepaskan gandeng tangan bapak maha dan ibu maha, pilihlah jalanan yang sepi seperti apa yang bapak dan ibu maha juga pernah pilihkan untuk beliau berdua sendiri. Sepi membuatmu punya ruang dan waktu yang lebih untuk dirimu sendiri lalu menjadi. Menjadi tidak seperti orang-orang di kerumunan tadi. Tidak juga sepertiku.

Selamat ulang tahun anak maha.. semoga menjadi..

Jogja, Desember 2011

Oom farid

20120515

Local papers on Jogja Agro Pop


Tribun Jogja, local paper make a short review on Jogja Agro Pop, and on my work at the exhibition (previewed on my previous posting at this blog). published  Sunday May 13th 2012. Thankyou Tribun Jogja. 

20120514

Barokah Sup Tomat


used kaleng kerupuk (zinc plate), MDF wood panel, acrylic - 90x120 cm - 2012. Exhibited at Jogja Agro Pop group exhibition April 10-19, 2012 at Jogja National Museum Yogyakarta, in conjunction to book release 'Jogja Agro Pop' by Nano Warsono.  

20110815

Quite My Self

saya tidak terlalu tahu ini apa, waktu itu hanya corat-coret di buku sketch warna hitam bersampul tebal yang jarang saya tengok. lelaki tua yang sedang duduk ujung sembahyangnya, dengan wajan berisi makanan. wanita dan anak bayinya yang membawa permata. kursi kayu di pojok ruangan, dan cerobong asap berjalan yang berasap dari api yang didalam. cukup seperti inikah saya? quite my self? saya hampir lupa kenapa saya menggambar ini dulu. ya, memangnya harus menggambar apa?  


family


20110805

visual identity design - xyezed

perancangan identitas visual untuk sebuah brand clothing asal yogyakarya, xyezed. atas brief sederhana yang di berikan oleh klien, saya berikan 3 opsi disain dengan gaya yang berbeda satu sama lain. biasanya saya gunakan cara seperti ini untuk mengetahui arah yang diinginkan klien dalam project yang briefnya kurang lengkap. dengan memberikan opsi disain, kecenderungan klien akan terbaca. kemudian kita bisa fokus mengembangkan disain ke hasil akhir yang maksimal. dalam project ini, disain logo yang paling atas yang dipilih oleh klien. 


chicks &lads - the faces

 
setelah postingan pertama tentang lahirnya chiks &lads, ini adalah dia dan dia dengan beberapa bermacam rupa dan baju. karakter ini sempat juga saya buat untuk avatar beberapa teman di twitter. dua kali chicks &lads saya bawa kedalam pameran di galeri rupa. dokumen rekamnya sedang di cari di cakram keras komputer. segera di posting seketika ketemu. 


20110728

cover art SAVIOR - O YEAH



awal tahun 2010, beberapa teman baik yang tergabung di sebuah band bernama SAVIOR berencana untuk merilis album perdana mereka.dari apa yang mereka tulis dalam biografi di salah satu media jejaring sosial sedikit menjelaskan bahwa mereka adalah band asal Yogyakarta yang memainkan musik rock garage, lahir pada november 2006. Untuk cari tau segala sesuatu tentang band ini, silahkan berkunjung, facebook, twitter, atau akun jejaring sosial lain mereka. tapi itu tidak cukup, datanglah ke panggung mereka, dan simpulkan sendiri. saya, menyukai mereka. saya dan mereka, semacam menyembah berhala-berhala rock yang hampi sama.

pertemanan baik dalam band maupun secara pribadi saya dengan verdi (drums), bintang (guitar), dimas (guitar), andy (bass) dan deny (voc)  membawa kami bergabung untuk mengerjakan olah visual rilisan band ini. beberapa kali melakukan brainstorm, mengolah bahan-bahan dari apa yang saya rekam dari masing-masing kepala SAVIOR, mendengarkan materi lagu dalam album mereka, dan melihat potensi visual yang ada pada band ini, membawa kami ke sebuah kesimpulan perencanaan konsep yang akan di ekseskusi dengan teknik fotografis. judul albumnya O YEAH, lalu kami membuat huruf-huruf penyusun nama album tersebut dengan material plastik putih, 3 dimensi, dengan lampu di dalamnya yang jadi properti utama dalam sesi foto. beberapa malam, di LIBSTUD, semua personil SAVIOR, dengan tangan mereka sendiri memotong, merangkai dan membuat huruf-huruf ini sendiri.

sesi foto di lakukan di ruang parkir kampus STIE YKPN (kampus tempat anak-anak ini kuliah dan bertemu sebelum akhirnya membentuk band in), lantai beton luas, pilar-pilar beton dan gelap!, sempurna untuk membuat foto bareng mereka berlima. yea, foto band, berpose adu ganteng, kaki di buka sedikit biar gagah. tidak susah menurut saya, karena mereka berlima memang ganteng dan gagah, dan bertalenta tentusaja :). hasil fotonya akan dipakai di halaman muka sampul CD album. sesi foto ini di bantu oleh fotografer sekaligus karib saya, moks timofeevic (ini halaman deviantart moks) dan beberapa teman lain. sesi foto dilanjutkan di kamar masing-masing personil SAVIOR sebagai stok untuk halaman dalam album. dengan konsep, memotret mereka di ruang pribadi masing-masing. di rumah, di kamar kos, di studio, masih dengan membawa huruf-huruf menyala. inilah mereka sesungguhnya secara personal, dan inilah mereka ketika bergabung dalam sebuah band, dan di sebuah album bernama O YEAH.

20110721

interviewed by KVLT magazine #02


hi bro farid apa kabar?sibuk apa bro?
kabar baik alhamdulillah, selalu bahagia dengan segala sesuatunya. kesibukan biasa saya, tidak terlalu banyak hal baru. setiap hari bekerja di studio sendiri, Liberated Studio, membagi jatah waktu kerja antara beberapa project graphic design dengan project fine art. kemudian juga sedang menyiapkan 2 produk fashion line kecil-kecilan, salah satunya adalah personal merchandise saya bernama liberate. bersama beberapa teman juga sedang memulai usaha F&B berupa juice bar bernama JUICIDE di bandung. sisanya, jadi badut di band saya, FESTIVALIST.

banyak temen KVLT yg blom kenal bro farid secara dekat,bisa ceritakan dikit ttg bro farid ?
sudah sepantasnyalah kalau kebanyakan anda tidak mengenal saya :D. saya Farid Stevy Asta, terlahir dari keluarga  sederhana di Wonosari, Gunungkidul Yogyakarta 29 tahun lalu. kuliah sampai lulus di Institut Seni Indonesia Yogyakarta di jurusan Disain Komunikasi Visual, sekarang tinggal di yogyakarta.itu saja. oiya, saya laki-laki, tidak macho, tapi cukup tulen.

apa pengaruh Andy Warhol, Jean Michel-Basquiat, dan Shepard Fairey dalam kegiatan seni anda?
menurut saya, ketiganya jenius di senirupa, dan ketiganya adalah beberapa dari banyak visual artist yang sangat saya sukai. masing-masing saya sukai dengan cara dan alasan yang berbeda. teman-teman pasti lebih tau daripada saya siapa beliau-beliau ini. saya tidak mengambil atau mengimitasi mereka, tapi saya memang 'mencuri' beberapa dari mereka, dan banyak juga dari artist lainnya. bad artist copy, good artist steal, well i dont want to be them, but i want to be good :).

bisa disebut apa gaya seni visual anda?
saya, sebagai seniman visual, adalah campuran kacau dari bahan-bahan ini: graphic design, street art, popart, ditambah setumpuk gaya-gaya visual lain yang saya arsipkan secara tidak sadar di kepala, kemudian bisa tumpah dengan formula yang berbeda-beda di setiap karya. dan saya tidak berhenti di satu ruang nyaman gaya visual, saya bergerak terus. saya suka hal baru, saya suka banyak hal kuno juga yang tiba-tiba jadi baru karena diabaikan kebanyakan. lalu apa namanya? kalau saya menyebut suatu istilah untuk menyimpulkannya, saya pikir saya akan sempit terhadap apa yang saya alami sendiri. apalah itu, tapi dari banyak sisi, termasuk di konteks ini, saya adalah post-modernis sejati, tapi amatiran, nah, kenapa jadi berbelit-belit begini ya? atau barangkali teman2 ada yang mau meminjamkan blender? masukkan saja semua bahan mentah tadi, tekan tombolnya dikecepatan sedang, tidak usah diberi pemanis, setelah cukup halus kita cicipi bersama apa rasanya. itu mungkin nama gaya visual saya. ah, masih saja ribet. saya ga tau ah. dan ga terlalu penting juga buat saya.

moment yang menurut anda paling pas saat melakukan kegiatan seni?
saat sedang sangat sangat bahagia atau sebaliknya, sedang sangat sangat resah dan galau :D. kalau pas nanggung2 yang akan terjadi pada saya bukan berkegiatan seni, paling juga twitteran.

seberapa besar pengaruh musik dalam kegiatan seni anda?
pengaruh musik dalam kegiatan seni rupa saya maksudnya? tidak terlalu berpengaruh jika saya bilang saya tidak harus di temani musik ketika menggambar, saya tidak terlalu menggantungkan mood pada musik. namun musik jadi juga sangat berpengaruh karena ternyata hampir setiap saat saya bermusik, dan apa-apa yang saya beritakan lewat musik saya sangat sering keluar kembali di karya visual saya. musik dan senirupa di apa yang saya lakukan selama ini seperti sebuah perempatan yang sangat sibuk, lalu lalang saling bersimpangan. yang lebih sering terjadi sekarang adalah, senirupa mempengaruhi musik saya. 

musik jenis apa yng anda dengarkan saat melakukan kegiatan seni?
musik apasaja dari pemusik siapa saja. yang bisa membuat saya sangat sangat bahagia atau sangat sangat sedih. rentang yang sangat luas di antara hoppipolla-nya sigur ros sampai ace of spades-nya motorhead. ya, hanya perumpamaan saja.

oia balik ke jenny ya :) apakabar jenny hari ini?line up terkini? saya sering membaca di social media ttg FESTIVALIST apa itu?dan hubnya dengan JENNY?
kabar baik, jenny ini dulu anak gadis kecil saya dengan 3 bangsat karib saya yang lain, sekarang jenny lagi di masa pubernya, nakal-nakalnya, sampai-sampai 2 dari kami kecapekan dan memutuskan untuk istirahat mengasuhnya. tinggal saya dan Roby Setiawan, founder jenny yang masih ada di band ini. di tambah dengan 2 anggota keluarga baru. ditinggal dua personil utama adalah kehilangan yang sangat besar, namun juga jadi potensi energi yang tidak kalah hebat. kemudian kami putuskan untuk mengistirahatkan juga nama 'JENNY' sebagai penghormatan kami kepada dua personil yang lebih dahulu mundur. biarlah nama 'jenny' seperti mati saja daripada nanti memudar dan hilang jika ternyata saya dan Roby kurang bisa mengurusnya. nama baru yang kami gunakan adalah FESTIVALIST. nama ini kami dapat sekitar dua tahun lalu, saat itu saya dan robi di pertemukan oleh seorang kurator senirupa, dan ditantang untuk membuat karya bersama, kali ini bukand alam urusan tulis menulis lagu, tapi berseni rupa. tersebutlah nama ini untuk menyebut duo dadakan ini. waktu itu karya kami dipamerkan di pembukaan sebuah galeri di Jakarta. atas sejarah nama tersebut, sejarah panjang band ini, kemudian beberapa kejadian mutakhir yang dialami band ini, ditambah dengan energi yang tidak hilang bahkan semakin membesar, 8 tahun setelah kami bentuk band ini, saya dan Roby memutuskan untuk memakai nama itu mulai dari sekarang. FESTIVALIST, almost rock barely art, benbenan sampai Tuhan tidak berkenan :).

jargon ALMOST ROCK BARELY ART buat FESTIVALIST sendiri itu apa?
jenny itu kebentuknya di kampus senirupa. seperti yang tadi sudah saya bilang, musik (band ini) dan senirupa adalah semacam persimpangan yang sibuk sekali, tidak hanya bagi saya, namun juga bagi personil lain, dan bagi band ini secara utuh. antara kami sengajakan dan memang terbawa dengan sendirinya, apa-apa saja yang kami dapat di kampus seni tersebut tumpah luap di band ini. itu mengapa kami seret si 'ART' di band ini. dan kebetulan musik yang kami mainkan adalah semacam musik ROCK, namun entah dimana letak persisnya rock yang mana. lalu kenapa ALMOST dan BARELY, ini tentang kadar kemampuan kami. band ini harus cukup mawas diri supaya tidak terjebak pada pengkultusan diri sendiri pada hal-hal yang pasti sudah ada yang memuncaki. ALMOST dan BARELY disini bisa juga di samakan dengan softporn, bukan XXX. jadi band ini adalah band yang hampir seperti Art Rock band. Hampir. itu benar-benar kami usahakan dalam segala hal di band ini. karya lagu, artworks, propaganda, stage act, kostum, hampir semuanya. kecuali di manajemen, soalnya manajer band ini anak teknik sipil,dan belum lulus, jadi prinsip manajemen band ini mungkin make kaidah-kaidah beton bertulang atau pondasi cakar ayam.

seberapa penting seni visual bagi FESTIVALIST?
sepenting gary untuk spongebob. kalo ga ada olah visual, FESTIVALIST jadi ga lucu :D. apalagi nama FESTIVALIST sendiri pada awalnya adalah prototipe dari jenny X senirupa. persilangan ini jadi hal yang sangat penting selalu ada di FESTIVALIST sekarang. harga mati.

banyak yang sering bertanya, seberapa besar the Strokes dan the Libertines mempengaruhi musikalitas Jenny?
memang, banyak sekali yang menanyakan. bahkan beberapa sampai menyatakan. sejauh yang saya bisa ingat, adanya tekstur dan rasa libertines dan strokes di band ini adalah dosa saya. saya yang membawa band band era baru ini masuk ke dalam lagu-lagu jenny. jika di lawankan dengan 3 orang lain di band ini yang notabene adalah metalheads di masalalunya, cukup heran juga kenapa banyak orang yang menyimpulkan bahwa band ini sangat terpengaruh dengan referensi tersebut. lebih-lebih lagi, selama 8 tahun, permintaan saya untuk mengcover the strokes hanya di kabulkan sekali (the way it is) dan sekali untuk libertines (time for heroes), dan hanya itu saja. lagu-lagu dari The Ramones malah yang sangat sering kami sisipkan di setlist kami.
apa yang terjadi di dalam band ini hanya kami yang tahu, bahkan ketika ada yang menyebut salah satu lagu kami plagiat dari lagu milik the strokes, kami tidak perlu menyangkalnya, selama kami yakin bahwa band ini tidak pernah menggunakan pola-pola penciptaan karya dengan nama plagiarism. kami punya 1 track berjudul 'manifesto postmodernism' dari album manifesto untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti ini. tapi saya punya nadar, kalo pete sama carl baikan lagi, trus libertines reunite, saya akan memaksa FESTIVALIST maen cover lagu mereka lagi! atau saya keluar dari band ini!!! :))

manifesto dan album baru..apa yg beda dan prosesnya..?
manifesto adalah album dokumentasi. perlu 6 tahun lebih untuk membuat album itu. adalah album tanpa konsep. selama itu kami hanya membuat dan membuat dan membuat materi tanpa konsentrasi pada konsep. ini kemudian yang jadi inti dari 'manifesto', pencarian identitas band ini, dari banyak sisi. lagipula, menurut kami, jika ada band yang punya album pertama dan bilang album itu punya konsep blablabla dan blabla, ahh.. f**k that!, bullshit. album selanjutnya adalah album pertama FESTIVALIST, dan ini juga tidak akan pernah bisa kami rumuskan dalam sebuah rencana besar konsep atau apapun itu namanya. kemudian apa yang akan beda? energinya, entah akan lebih meluap karena semangat dan darah baru di band ini, atau akan melunak karena saya dan roby sudah 8 tahun lebih tua sejak lagu pertama di manifesto di buat. kami tidak berharap banyak, dan tidak berharap anda berharap banyak atas album ini selanjutnya. well see.

yg ditawarkan dari album baru ini?
ALMOST ROCK BARELY ART

banyak kalangan/media yang sering mengangkat istilah "band daerah", apakah Jenny cukup terbebani dengan hal itu?
tidak, sama sekali tidak, kami tidak di pola-pola tersebut. apapun nama yang di berikan, band daerah, band indie, band cutting edge, atau apapun itu, dengan amat sangat sadar kami tidak ingin disitu. band ini hanya ingin menjadi festivalist pada harafiahnya. berkarya dan mempresentasikan kepada lebih banyak, bersenang-senang, lalu sudah. tentusaja menuju cita-cita besar yang kami juga punya.

apa tanggapan FESTIVALIST tentang free download?
kami menghalalkan free download. 2 single terakhir kami rilis di social media, gratis untuk di unduh. kami pikir tidak ada ruginya bagi kami untuk menggratiskan karya kami, malah yang didapat, karya tersebar cepat dan kemungkinan jangkauan penyebarannya meluas sampai kepada audience baik yang di dalam target maupun yang diluar segmen. tepat untuk band seperti kami yang melakukan distribusi karya sendiri. sementara kami masih bisa menjual merchandise, special packed CD, artworks dan cari uang dari panggung ke panggung sebagai sumber pendapatan band.   

5 band lokal yang bro Farid rekomendasikan?
monkey to millionaire, sangkakala (YK), WSATCC, frau (YK), band apapun yang ada jimi multhazam-nya

5 band yang sering bro Farid dengarkan beberapa hari ini?
yeah yeah yeahs, velvet underground, oasis, social distortion, sigur ros

thx bro Farid, any last word?
Bahagia itu Sederhana - terimakasih KVLT

di muat di KVLT magazine #02, foto oleh: moks timofeevic, di ambil di toilet TWICE BAR, bali, setelah FSTVLST maen disana beberapa bulan lalu.

20110719

on my way to VELVET UNDERGROUND

Hampir selama 4 bulan terakhir, hanya ada dua album yang selalu terputar ulang dalam rotasi yang cukup kencang di media player saya yaitu American IV–Johnny cash dan loaded–The velvet Underground. Satu sore diantara 4 bulan itu, di lounge cotton crew store, oleh evenue magz saya di beri kesempatan untuk menulis artikel ini. Buru-buru saya menyebut The velvet Underground untuk coba saya tulis, walaupun sebenarnya saya tidak terlalu tahu. Alasan saya memberanikan diri, karena saya juga ingin tahu, ada apa antara saya dengan loaded dan para pembuatnya. Mulailah kemudian saya mengingat-ingat simpul-simpul yang mempertemukan saya dengan mereka. Tulisan ini sepertinya akan terasa subjektif, personal, dan lebih seperti  rekaman inderawi saya atas The Velvet Underground, bukan artikel yang memapar  jelas apa siapa mereka. Toh sudah tidak kurang dibahas bagaimana brilliannya band ini oleh kritikus music. Google dan Wikipedia sudah pasti menyajikannya sempurna.

Adalah Andy Warhol, nabi besar pop art, salah satu artist yang punya campur tangan besar dalam senirupa saya. Kemudian the strokes, garage revivalist asal New York yang waktu itu membuat saya berfikir bahwa mungkin saya bisa membentuk sebuah band.  Andy Warhol dan The Strokes-lah yang kemudian menyeret saya masuk ke kerumunan cerita-cerita mereka sampai akhirnya bisa berjabat tangan dengan The Velvet Underground.  

Gambar buah pisang, berwarna kuning dan hitam, di buat dengan teknik cetak saring (sablon), tertata diagonal dalam ruang kotak putih, adalah karya Andy Warhol pertama yang saya temui, adalah cover art untuk album The Velvet Underground & Nico. Terekamlah nama The Velvet Underground di benak saya untuk pertama kalinya. Lalu, waktu itu, sembari mendengarkan lastnite, is this it atau barely legalnya the strokes, di salah satu wawancaranya, Julian Cassablancas (voc. The strokes) mengatakan bahwa lou reed-lah (song writer, guitarist, voc The Velvet Underground ) salah satu alasan dia membentuk the strokes. Reaksi berantainya makin menjadi-jadi di benak saya, pertanyaan lugasnya: siapa lou reed? siapa The Velvet Underground?
 
Oke, sekarang ikuti saya. Pastikan koneksi internetmu berfungsi, dobel klik di browser, Ketik Wikipedia, tekan enter, lalu ketik ‘The Velvet Underground’ di kotak pencari. Biografi dan diskografi Tersedia sempurna semua di situ, bahkan majalah musik tersohor asal britania raya NME pun merujuk ke tulisan Wikipedia ini untuk menyampaikan biografi The Velvet Underground. Saya coba terjemahkan sedikit dengan bantuan kamus colongan dari perpustakaan SMA saya dulu.  The Velvet Underground, sebuah band rock Amerika yang terbentuk di New York City tahun 1965, dan aktif sampai 1973.  Personilnya Lou Reed (song writer, guitarist, voc), John Cale (viola), Sterling Morrison (guitarist), Maureen Tucker (drummer), Nico (voc), Doug Yule (bassist). Dan bla bla bla terusannya, silahkan anda gali sendiri.

Terlepas dari paparan biografi, review, atau pendapat kritikus musik yang sudah pernah di tulis, The Velvet Underground menjadi sangat eksotis dan penting bagi saya atas karya-karya mereka yang hampir selalu bisa berdiri di suatu tempat dalam teritori musik yang baru, cenderung aneh dan mengejutkan, dan sekali-kali menggoda saya untuk berani menyebutnya sebagai karya yang revolusioner.  Walaupun terminologi ‘baru’ dan ‘revolusioner’ sebenarnya bermakna nihil menurut cara pandang saya. Namun, baik secara sadar dalam berproses maupun dengan keberuntungan dan kebetulan-kebetulannya, The velvet Underground akhirnya bisa menjejakkan mesin eksplorasi mereka ke suatu dataran baru yang belum pernah di singgahi oleh orang lain. The Velvet Underground mencoba mendefinisikan kembali batas-batas luar music rock, sekali lagi, menghasilkan sesuatu yang belum pernah di coba oleh orang lain. Bahkan di kurun waktu itu (pertengahan sampai akhir60-an), masa resesi dunia (kurang lebih di karenakan perang amerika vietnam) yang kemudian memicu terjadinya pergerakan budaya besar-besaran untuk melawan perang (hippie, flower generation), di ikuti dengan dengan kemunculan band, musisi dan perhelatan  penting perumus sejarah musik dunia dalam kadar yang sangat eksplosif. Sebut saja the beatles, the who, the doors, jimi Hendrix, pink Floyd, the stooges, the grateful dead, the rolling stones, bob Dylan, David Bowie, Woodstock festival, dan sekarung penuh penanda-penanda lain. The Velvet Underground diam-diam menyeruak kuat dari bawah tanah New York, dengan kawalan penuh dari Andy Warhol, menyuarakan berita-berita tentang drugs, kaum transgender, kaum gay. Sesuatu yang belum pernah di perdengarkan oleh music rock sebelumnya, juga sesuatu yang atas ukuran adab, norma dan budaya waktu itu diangap menyimpang, namun sebenarnya sangat ada dan sangat nyata terjadi. Yang menarik kemudian, ketika pergerakan dan perlawanan yang di lakukan oleh para hippies dengan bahasa psikadeliknya kemudian menjadi semacam ‘populer’ dan seakan menjadi arus utama pergerakan budaya, The Velvet Underground melakukan perlawanan yang serupa, namun dengan bahasa yang berbeda, dengan cara yang lebih mutakhir, dengan gerak yang lebih edgy. Menjadi cukup satir jika kemudian saya berpendapat bahwa sekarang kita berada di lingkungan budaya yang di penuhi oleh ‘para ingin menjadi seperti’ dan ‘para brilian dengan citra curian’, yang cukup puas dengan pencapaian-pencapaian stagnan, dan tidak sekalipun resah terhadap perubahan.

Intensitas yang dalam mencari karakter dan perwajahan The Velvet Underground dengan berbagai cara berkarya yang di kerjakan dengan eksperimen-eksperimen yang keluar dari kotak kebiasaan. Percobaan-percobaan teknis dengan alat musik mereka lakukan sejak album debut sampai karya-karya terakhirnya. mencampur aduk bahan mentah bunyi-bunyian itu dengan cara yang tidak jamak namun selalu dalam takaran yang tepat untuk mencari identitas bunyi The Velvet Underground yang distinctive dan istimewa. John Cale menyebutnya dengan memainkan ‘3 chord rock’ yang tersohor itu dengan cara ‘1 chord rock’, kemudian di timpali dengan efek ‘drone’ atau dengung yang di dapat baik dari rythim guitar riff lou reed atau permainan viola-Nya yang sangat terbaca di dua album pertama mereka.  Abum debut ‘The Velvet Underground & Nico’ (1967), karakter musiknya semakin kuat dengan vokal yang rata, pucat dan suram dari nico reed, dalam tabuhan drum sederhana dan ajek, di ulang ulang. Konon album ini di rekam dalam waktu dua hari saja. Lalu album ‘White Light / White Heat’ (1968) The Velvet Underground berusaha menjejalkan lebih banyak oktan energi dan di keluarkan dengan suara gitar yang mentah. Tidak berhenti, masih banyak ramuan ajaib di album-album mereka berikutnya. Rolling Stone menasbihkan debut The Velvet Underground & Nico sebagai salah satu album rock terbesar dan sepanjang masa. Beberapa track penting dari album ini, ‘I'll Be Your Mirror’ sebuah lagu aneh tentang yang dinyayikan oleh nico (penyanyi wanita asal jerman) dengan sangat menyihir, lagu ini aneh dan eksentrik. ‘Heroin’, track yang secara bangunan suara lebih ‘normal’ di banding track lain di album ini, namun sekali lagi menjadi  ‘tidak normal’ karena tema tulisan lou reed. Lou reed menulis dengan sangat absurd dan bebas, ini tak lepas dari peran Andy Warhol. Lou reed sendiri bilang bahwa tanpa andy Warhol, velvet underground mungkin tidak akan terdengar seperti itu. Sebagai figur sentral dari pergerakan seni avant garde waktu itu, Andy Warhol punya posisi tawar  super kuat atas label rekaman, produser, atau bahkan siapapun untuk tetap menjaga The Velvet underground tetap seperti bagaimana seharusnya mereka. Andy-lah yang mendapatkan kontrak rekaman debut album The velvet Underground, dan Dia memastikan The Velvet Underground membuat lagu, menulis, merekam, dan membuat debut ini, persis seperti apa yang The Velvet Underground inginkan, tanpa campur tangan dari pihak manapun. Jangan lewatkan juga track-track seperti Sunday Morning, I waiting for my man, Rock n roll, cool it down. 

The Velvet Underground, atas mentahnya mereka, dan atas keberanian mereka menjelajahi batas-batas luar dalam berkarya, memberikan cetak biru pola berkarya yang sudah seharusnya di lakukan oleh seniman,  musisi, band, atau siapapun kita dan apa yang kita lakukan. Menjadi murni dan bebas. Saya rasa hal inilah yang membuat saya kasmaran dengan The Velvet Underground. Menjadi murni dan bebas.

Tulisan ini dimuat juga di EVENUE MAGZ #02 


20110718

JUICIDE - juice bar - sultan agung no 5 bdg


Dua karib, Fandi dan Beben yang sehari-harinya saling tantang dengan gulungan kain, benang, gunting, mesin jahit, pola baju dan segala sesuatunya di rumah produksi garmen di salah satu ujung jalan tikus pedalaman antapani bandung. Satu anak langit yang terkaruniai kebisaan olah rasa yang sudah mengabdikan sepuluh tahun terakhirnya untuk membangun beberapa kastil pasir di jogja dan kalimantan. Kemudian satu bangsat pekerja seni rendahan berumah di jogja. Empat kepala dan sejarah panjangnya dengan alcohol dan dosa masing-masing, menyumbang keinginan untuk membuat suatu usaha beverages berupa juice bar.

Adalah JUICIDE sebutannya. Dengan batubata dan kayu, berkolaborasi dengan kang Asep (seniman batu dan kayu) kami membangun sebuah bar kecil di salah satu ruang parkir di pinggir jalan Sultan Agung No.5 Bandung dan menghiasnya dengan beberapa panel artworks farid stevy asta - liberated studio YK, yang juga mengerjakan seluruh visual identity design JUICIDE.

Duduk di kursi bar, menyaksikan Chef dan Juice Maker Gogon meracik teliti buah - sayuran - susu - gula - es dan yoghurt untuk membuat juice yang sangat segar sekaligus nikmat, mendengarkan lagu-lagu yang hampir seperti rock dan hampir seperti seni, untuk mengawali - mengisi - dan mengakhiri hari, adalah apa yang ditawarkan oleh JUICIDE. Basic juice ( fruit + rock + sugar ), mixed fruit ( fruit + fruit + rock + sugar ) dan smoothies ( fruit + fruit + rock + sugar + milk/yoghurt ) adalah macam sajian JUICIDE yang di turunkan dari kurang lebih 15 jenis buah segar (Banana, Grape, Orange, Kiwi, Melon, Watermelon, Strawberry, Apple, Manggo, Carrot, Pear, Avocado, Papaya, Pineapple, Dragon Fruit) dan sayuran terpilih yang di padu padankan rasanya menjadi sekitar 30an nama menu.

Warhol adalah basic banana juice, Religions adalah basic avocado juice, kemudian Real Lover, 100% Goodness, Alright, Campbell, a Brighter Future, Low Art, Bloody Thirsty, Believe, Moon River dan Fake Friends adalah basic juice yang lain. Fuck Forever adalah mixed Grape, Kiwi, Orange, Strawberry juice. Mixed fruit yang lain bernama New York – London, White Riot, Neon Dare, Happy Monday, Spanish Bomb, Kill Kill, 15 Minutes Fame, L.I.E.  dan So Dead. Dan kemudian ada smoothies banana, milk dan yoghurt bernama Blonde Banana Blonde. Smoothies lainnya: Working Class, Basquiat Is Dead, Miserable Heaven, Liberated Studio, Mars Family, Bang Bang Youre Dead, Envy, Nothing Last Forever, dan Live Once. Mencicipi setiap dari menu tadi adalah hal yang harus anda lakukan sebelum anda mati, bukan apa-apa, tapi setidaknya anda menghadap Tuhan dengan badan sehat dan segar :)

JUICIDE juice bar – deadly refreshers, Jl. Sultan Agung no. 5 Bandung, twitter: @JUICIDE